Slow Living

         Suatu hari di Italia seorang Carlo Petrini menggagas sebuah gerakan yang dikenal dengan Slow Food sebagai reaksi dari dibukanya outlet makanan cepat saji Mc Donald, Gerakan ini bertujuan untuk membela tradisi pangan daerah agar tidak terlindas arus wabah fast food.yang mendunia dan menjaga tradisi local tetap menjadi yang terdepan.

Gerakan ini berkembang dan didukung oleh 150 negara yang terus menerus untuk melindungi gastromoni, yaitu sebuah studi tentang hubungan proses pengolahan makanan dan kaitannya dengan budaya. Disamping mendorong terjadinya pengolahan makanan yang berkulitas, dari sumber yang baik dan diperoleh didalam negri sendiri slow living juga memberi edukasi akan pola hidup sehat.

Carl Honoré, salah satu penulis dan pembicara paling terkenal tentang gerakan lambat, membantu membawa konsep hidup lambat ke arus utama pada tahun 2004 dengan penerbitan bukunya In Praise of Slowness. Honoré mengeksplorasi bagaimana Slow Food memicu gerakan hidup lambat yang lebih luas dengan 'lambat' sekarang diterapkan pada bidang kehidupan lain yang telah mengalami akselerasi besar, termasuk pekerjaan, pengasuhan, dan pemanfaat waktu luang.

Saat ini slow food dan slow living memberi pengaruh besar pada banyak bidang kehidupan, seperti slow traveling, slow fashion, slow fitness, slow working, slow thinking, slow design, slow interior dan sebagainya, dengan kata kunci  Serba cepat itu belum tentu lebih baik”

Komentar