Dewasa ini dunia pengobatan fungsional telah banyak meneliti bagaimana penyakit mematikan seperti kanker dapat diterapi dengan pendekatan yang berbeda dengan kedokteran konvensional, yaitu dengan pembedahan dan kemoterapi. Pengobatan ini memberikan efek samping yang tidak ringan pada pasien. Kondisi ini menyebabkan kebanyakan pasien enggan meneruskan upaya pengobatan yang menyakitkan ini.
Kebanyakannya malah beralih pada pengobatan alternatif yang belum teruji secara klinis, namun berdasarkan pengalaman sebagian kanker cukup tertolong. Faktor biaya adalah masalah lainnya yang menyebabkan sebagian paasien tidak melanjutkan untuk berobat.
Menurut pendekatan medis fungsional, kanker adalah termasuk dalam penyakit metabolik yang dapat diterapi dengan memperbaiki metabolisme tubuh. Walaupun melalui prosedur yang cukup panjang dan memakan waktu, terapi dengan pendekatan ini sangat mungkin dilakukan. Beberapa protokol yang harus dijalankan pasien dengan bimbingan seorang ahli adalah sebagai berikut:
Diet Ketofastosis
Pertama, penderita kanker menjalani diet ketofastosis yang bertujuan untuk menggantikan metabolisme glukosa menjadi metabolisme keton. Berdasarkan penelitian sel kanker beregenerasi dengan memanfaatkan glukosa sebagai sumber energinya. Untuk membuat sel kanker kelaparan maka energi yang dibutuhkannya harus digantikan dengan sumber energi yang lain, dalam hal ini keton yang dapat diperoleh dari sumber protein dan lemak.
Pengaturan jendela makan adalah hal yang sangat penting pada protokol ketofastosis, bertujuan untuk mencapai authophagy dengan cepat. Autophagy adalah mekanisme pembersihan diri yang terjadi ketika tubuh dilatih untuk puasa selama kurun waktu tertentu. Mekanisme ini memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.
Mekanisme autofagi merupakan cara tubuh untuk membersihkan diri dari sel-sel yang sudah tua dan rusak sehingga dapat membentuk sel-sel baru yang lebih sehat.
EGCG (Epigallocathekin Gallate)
KOnsumsi EGCG sebagai antioksidan yang dapat melemahkan kerja sel kanker dan agar cepat mencapai apoptosis.
Kandungan EGCG terdapat pada teh hijau, daun pisang dan pada beberapa tanaman lainnya. Selain dapat mencegah dan mengobati kanker egcg juga dapat menghambat HIV.
HBOT (Terapi Hiperbarik Oksigen)
Sinergi ketiga adalah terapi HBOT, yaitu menghirup oksigen 100 % didalam ruangan bertekanan tinggi (chamber), hal ini hampir mirip efeknya dengan menyelam di dasar laut, sambil menghirup oksigen. Tekanan yang diberikan untuk terapi kanker adalah 2,4 sampai 2,6 ata (satuan tekanan udara). Yang menyebabkan pemecahan molekul oksigen agar mudah terserap dalam pembuluh darah hingga ke dalam mitokondria.
Komentar
Posting Komentar